Saat pertama kali memakai softlens, mungkin kamu akan merasa sedikit cemas dan itu hal yang wajar, tapi setelah pakai kamu akan terbiasa seiring dengan waktu.
Langkah pertama, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh lensa. Mencuci tangan disarankan menggunakan Sabun Bayi atau dengan cairan pembersih khusus softlens, dan hindari memakai sabun yang mengandung deterjen.
Selanjutnya, keringkan tangan terlebih dahulu dengan handuk atau tissue yang bersih.
Langkah kedua, cara terbaik memakai softlens ialah dengan mengambilnya dari tempat lensa dan menempatkannya di ujung jari telunjuk.
Selanjutnya, dengan bercermin, tariklah ke bawah kelopak mata bagian bawah dengan jari tengah tangan yang terdapat softlens.
Tarik ke atas kelopak mata bagian atas dengan jari telunjuk tangan yang tidak terdapat softlens kemudian arahkan penglihatan ke atas.
Tempatkan softlens pada bagian bawah mata yang berwarna putih (tahan agar tidak berkedip sebelum softlens menempel).
Langkah ketiga, Setelah softlens menempel di mata, segera tutup mata kamu, dan kedipkan mata beberapa kali. Saat itu softlens akan menemukan posisi yang tepat.
Lakukan hal yang sama pada mata yang belum terpasang.
Dengan sedikit latihan, kamu akan mahir memasukkan lensa dengan cepat tanpa masalah lagi.
Cara Melepas
Langkah pertama, Siapkan tempat softlens dan tetesan mata.
Kemudian, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh lensa. Mencuci tangan disarankan menggunakan Sabun Bayi atau dengan cairan pembersih softlens, dan hindari memakai sabun yang mengandung deterjen.
Jika mata terasa kering, sebelum melepaskan softlens ada baiknya meneteskan mata dengan cairan tetes mata khusus softlens. Cairan ini agar mata tidak terasa kering.
Langkah kedua, buka kelopak mata bagian atas dan bawah dengan cara menariknya dengan jari tengah tangan yang hendak melepas softlens di kelopak bawah. Dan, jari tengah tangan yang tidak melepas softlens di kelopak atas.
Jangan takut untuk menempelkan jari telunjuk tangan yang hendak melepas softlens pada softlens yang menempel di mata karna tidak terasa sakit.
Kemudian dengan telunjuk terebut gerakan softlens kebawah pada bagian mata yang berwarna putih. Tekan softlens dengan jari telunjuk dan ibu jari dan angkat arah keluar dari mata.
Langkah ketiga, letakan softlens pada tempat softlens yang sudah disediakan.
Lakukan hal yang sama pada mata yang belum terlepas.
http://blog.purpledaylily.net/cara-memakai-dan-melepas-lensa/
Rabu, 08 Desember 2010
Tips pacaran
Berikut 10 tips Cinta agar langgeng dan pacaran Awet :
1. Jujur
Kalau memang ada yang kamu ga suka dari dia, kamu ngomong aja langsung berdua. Ga apa2 kok, dia juga pasti ngertiin kamu, kalian terus terang aja, daripada saling sindir ato malah berantem kan gak enak.
2. Be Yourself
Jadi diri sendiri paling baik. Gak perlu mengubah diri kita menjadi orang laen hanya karena dia.
3. Tulus
Kalo kamu mencintai dia, ya tulus aja. Jangan berharap dia akan membalas dengan jumlah sama. Jangan suka mengungkit2 ato perhitungan, bisa jadi kamu malah di cap jelek.
4. Terbuka
Ngga perlu boong soal teman2 kamu. Terbuka aja, selama ini kita deket sama siapa dan biasa menghabiskan waktu dimana. Selain doi jadi gak was2, kamu juga enak gak perlu sembunyi2.
5. Kata “Maaf”
Maaf memang ada batasnya. Namun gak ada salahnya juga kamu slalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia, pasti ada salah dan gak sempurna. Kita sendirikan ngga “perfect”.
6. Kejutan
Jangan segan kita memberi kejutan buat si dia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya ato bawakan sekotak coklat. Mmmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.
7. Care (Selalu Perhatian)
Perhatian ! Pasti. Ngga perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek dech, sudah makan apa blom, Ato tengok sebentar aja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.
8. Dekat Keluarga
Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Jadi kalo ada apa2, komunikasinya mudah. Kamupun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.
9. Ngga Posesif
Memang sich gak enak klo ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang.
Tapi gak perlu posesif, kamu slalu memantau dia ada dimana, sama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama2 bete juga lho, diawasi seperti pesakitan.
10. Hargai Privacy
Meskipun kita dan doi terbuka, gak smua hal bisa dibicarakan berdua.
Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campuri.
Nah itulah beberapa Tips Pacaran Biar Awet dan Langgeng yang bisa kamu jalankan buat membina hubungan asmara cinta yang langgeng. Lakukan yang terbaik dan berusaha untuk gak nyakitin
1. Jujur
Kalau memang ada yang kamu ga suka dari dia, kamu ngomong aja langsung berdua. Ga apa2 kok, dia juga pasti ngertiin kamu, kalian terus terang aja, daripada saling sindir ato malah berantem kan gak enak.
2. Be Yourself
Jadi diri sendiri paling baik. Gak perlu mengubah diri kita menjadi orang laen hanya karena dia.
3. Tulus
Kalo kamu mencintai dia, ya tulus aja. Jangan berharap dia akan membalas dengan jumlah sama. Jangan suka mengungkit2 ato perhitungan, bisa jadi kamu malah di cap jelek.
4. Terbuka
Ngga perlu boong soal teman2 kamu. Terbuka aja, selama ini kita deket sama siapa dan biasa menghabiskan waktu dimana. Selain doi jadi gak was2, kamu juga enak gak perlu sembunyi2.
5. Kata “Maaf”
Maaf memang ada batasnya. Namun gak ada salahnya juga kamu slalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia, pasti ada salah dan gak sempurna. Kita sendirikan ngga “perfect”.
6. Kejutan
Jangan segan kita memberi kejutan buat si dia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya ato bawakan sekotak coklat. Mmmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.
7. Care (Selalu Perhatian)
Perhatian ! Pasti. Ngga perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek dech, sudah makan apa blom, Ato tengok sebentar aja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.
8. Dekat Keluarga
Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Jadi kalo ada apa2, komunikasinya mudah. Kamupun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.
9. Ngga Posesif
Memang sich gak enak klo ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang.
Tapi gak perlu posesif, kamu slalu memantau dia ada dimana, sama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama2 bete juga lho, diawasi seperti pesakitan.
10. Hargai Privacy
Meskipun kita dan doi terbuka, gak smua hal bisa dibicarakan berdua.
Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campuri.
Nah itulah beberapa Tips Pacaran Biar Awet dan Langgeng yang bisa kamu jalankan buat membina hubungan asmara cinta yang langgeng. Lakukan yang terbaik dan berusaha untuk gak nyakitin
Sabtu, 27 November 2010
Adat Ambalan
Adat ambalan adalah adat kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka Penegak dan Pandega di Suatu Ambalan/ Racana.
Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka.
MEMAHAMI ADAT AMBALAN/ RACANA.
1. Proses pembuatan adat ambalan/ racana dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan/ racana yaitu melalui musyawarah ambalan.
2. Adat ambalan/ racana sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi oleh setiap anggotanya. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku bersedia menerima sangsi.
3. Adat Ambalan / Racana harus mampu mendorong para anggotanya untuk bertindak disiplin., patuh dan mengarah kepada kehidupan bermasyarakat yang baik dan maju.
4. Di dalam adat Ambalan/ Racana harus terdapat ketentuan :
Wajib mengikuti renungan jiwa sebelum dilantik sebagai Penegak Bantara.
Variasi dalam melaksanakan pelantikan, dapat menimbulkan kesan menyenangkan yang sukar dilupakan bagi yang dilantik, seperti misalnya : sebelum dilantik harus mencuci wajahnya, lalu membersihkan dengan handuk putih, lalu menghormat kepada bendera sebelum memasuki ruangan, sujud kepada orang tuannya sebelum dilantik dll.
Pada upacara kenaikan tingkat, dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana ada pemberian pusaka sesuai dengan adat setempat, antara lain seperti : bamboo runcing beserta bendera merah putihnya, Panah beserta busurnya, keris dll. Pengadaan dan pemberian pusaka ini harus disertai maknanya.
Adat ambalan/ racana merupakan adat kebiasaan di lingkungan ambalan/ racana yang merupakan tingkah perilaku yang unik dan positif, contoh :
- Bagi yang terlambat datang harus menyalami seluruh anggota yang telah hadir terlebih dahulu,
- Saling memberikan salam saat bertemu dimana saja.
- Pada saat pembacaan sandi ambalan dalam upacara pembukaan/ penutupan latihan mengambil sikap/ gerakan tertentu.
• Pada hakekatnya Adat ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan ciri khas kehidupan di lingkungan ambalan/ racana.
Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka.
MEMAHAMI ADAT AMBALAN/ RACANA.
1. Proses pembuatan adat ambalan/ racana dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan/ racana yaitu melalui musyawarah ambalan.
2. Adat ambalan/ racana sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi oleh setiap anggotanya. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku bersedia menerima sangsi.
3. Adat Ambalan / Racana harus mampu mendorong para anggotanya untuk bertindak disiplin., patuh dan mengarah kepada kehidupan bermasyarakat yang baik dan maju.
4. Di dalam adat Ambalan/ Racana harus terdapat ketentuan :
Wajib mengikuti renungan jiwa sebelum dilantik sebagai Penegak Bantara.
Variasi dalam melaksanakan pelantikan, dapat menimbulkan kesan menyenangkan yang sukar dilupakan bagi yang dilantik, seperti misalnya : sebelum dilantik harus mencuci wajahnya, lalu membersihkan dengan handuk putih, lalu menghormat kepada bendera sebelum memasuki ruangan, sujud kepada orang tuannya sebelum dilantik dll.
Pada upacara kenaikan tingkat, dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana ada pemberian pusaka sesuai dengan adat setempat, antara lain seperti : bamboo runcing beserta bendera merah putihnya, Panah beserta busurnya, keris dll. Pengadaan dan pemberian pusaka ini harus disertai maknanya.
Adat ambalan/ racana merupakan adat kebiasaan di lingkungan ambalan/ racana yang merupakan tingkah perilaku yang unik dan positif, contoh :
- Bagi yang terlambat datang harus menyalami seluruh anggota yang telah hadir terlebih dahulu,
- Saling memberikan salam saat bertemu dimana saja.
- Pada saat pembacaan sandi ambalan dalam upacara pembukaan/ penutupan latihan mengambil sikap/ gerakan tertentu.
• Pada hakekatnya Adat ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan ciri khas kehidupan di lingkungan ambalan/ racana.
Pusaka Ambalan dan RACANA
Pusaka Ambalan dan Racana
PUSAKA AMBALAN - RACANA
Di lingkungan Ambalan dan Racana, kelengkapan selain adat istiadat sandi dan kibaran cita masih ada satu lagi yakni yang disebut Pusaka Ambalan/ Racana.
Pusaka Ambalan/ Racana adalah suatu lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda, dapat berupa senjata/ pusaka kebanggaan yang bermakna positif, dipilih melalui musyawarah dan memiliki arti kiasan.
Tujuan adanya Pusaka Ambalan/ Racana adalah :
1. Mendorong daya kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari bagi para anggotanya.
2. Mendorong semangat dalam dalam berbakti, berlatih dan bekerja.
3. Memiliki jiwa kebanggaan dan kebersamaan sesama anggota.
4. Mendorong untuk bertindak disiplin, patuh dan dapat mencerminkan kehidupan dalam bermasyarakat yang berbudaya dan maju.
Jenis Pusaka ambalan/ racana dapat dipilih berupa : selendang, senjata pelindung, kapak, bambu runcing atau lainnya yang memiliki latar belakang yang bernilai positif.
Misalnya dipilih, Senjata ‘Cakra’ sebuah senjata jenis panah yang diambil dari dunia pewayangan. Senjata ini dianggap senjata yang paling ampuh dan selalu tepat sasaran. Pusaka Cakra ini akan terus melesat dengan cepat dan tidak akan berhenti sebelum tujuan atau sasaran tercapai. Hal ini dapat mencerminkan bahwa Ambalan/ racana tersebut memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, selalu bersemangat dalam memcapai tujuannnya.
Tata cara penggunaan Pusaka Ambalan/ Racana disesuaikan dengan keinginan dan adat ambalan/ racana dan diatur oleh Ambalan/ racana sendiri, seperti dalam upacara pelantikan atau acara tertentu lainnya.
http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=390&Itemid=78
PUSAKA AMBALAN - RACANA
Di lingkungan Ambalan dan Racana, kelengkapan selain adat istiadat sandi dan kibaran cita masih ada satu lagi yakni yang disebut Pusaka Ambalan/ Racana.
Pusaka Ambalan/ Racana adalah suatu lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda, dapat berupa senjata/ pusaka kebanggaan yang bermakna positif, dipilih melalui musyawarah dan memiliki arti kiasan.
Tujuan adanya Pusaka Ambalan/ Racana adalah :
1. Mendorong daya kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari bagi para anggotanya.
2. Mendorong semangat dalam dalam berbakti, berlatih dan bekerja.
3. Memiliki jiwa kebanggaan dan kebersamaan sesama anggota.
4. Mendorong untuk bertindak disiplin, patuh dan dapat mencerminkan kehidupan dalam bermasyarakat yang berbudaya dan maju.
Jenis Pusaka ambalan/ racana dapat dipilih berupa : selendang, senjata pelindung, kapak, bambu runcing atau lainnya yang memiliki latar belakang yang bernilai positif.
Misalnya dipilih, Senjata ‘Cakra’ sebuah senjata jenis panah yang diambil dari dunia pewayangan. Senjata ini dianggap senjata yang paling ampuh dan selalu tepat sasaran. Pusaka Cakra ini akan terus melesat dengan cepat dan tidak akan berhenti sebelum tujuan atau sasaran tercapai. Hal ini dapat mencerminkan bahwa Ambalan/ racana tersebut memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, selalu bersemangat dalam memcapai tujuannnya.
Tata cara penggunaan Pusaka Ambalan/ Racana disesuaikan dengan keinginan dan adat ambalan/ racana dan diatur oleh Ambalan/ racana sendiri, seperti dalam upacara pelantikan atau acara tertentu lainnya.
http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=390&Itemid=78
SANDI AMBALAN
Pengertian.
Sandi Ambalan yaitu karangan atau ungkapan bebas berisi kode kehormatan dan gambaran pernyataan kata hati para pramuka penegak atau pandega di ambalan/ racana.
Cipta, rasa, karsa dan cita-cita terasa bermakna bagi para anggotanya, maka dengan adanya sandi ambalan/ racana dapat menunjukan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari – hari bagi ambalan/ racana tersebut.
Menciptakan sandi :
1. Sandi ambalan/ racana diciptakan oleh penegak/ pandega dan diterima oleh seluruh anggotanya.
2. Penetapan sandi ambalan/ racana dilakukan dalam musyawarah ambalan/ racana.
3. Sandi ambalan/ racana yang telah ditetapkan menjadi milik ambalan/ racana dan ditentukan masa berlakunya.
4. Sandi ambalan/ racana dibaca di depan anggota pada saat diperlukan, antara lain dalam rangkaian upacara pembukaan dan penutupan latihan. Demikian pula sesuai adat istiadat yang telah ditetapkan.
Tulisan Sandi ambalan dapat ditulis dalam selembar kertas saja atau kain yang digulung, dan lainnya sesuai kreatifitas ambalan/ racana tersebut.
Berikut contoh Sandi Ambalan/ Racana :
SANDI AMBALAN/ RACANA
KEHORMATAN ITU SUCI
JAGA DIRI KARENA HARGA DIRI
BERBUDI LUHUR MENOLONG SESAMA
TAK KURANG AMAL KARENA KESUKARAN
SABDA PANDITA RATU
SATU KATA DALAM KEBENARAN
BERKETAPAN HATI SETIAP LANGKAH
PANTANG MENJILAT DAN MENYERAH
WIRA ADHI TARUNA
KSATRIA YANG SOPAN DAN PERWIRA
TAK KENAL STRATA DAN KASTA
MEMAPAH BAGI DUKA TANPA PAMRIH
BERSIAP UNTUK HIDUP DAN MATI DENGAN BAHAGIA
ITULAH KEHENDAK
DAN CITA CITA AMBALAN/ RACANA KITA
SEMOGA TUHAN MERACHMATINYA.
Dengan demikian sandi ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan pedoman kehidupan sehari-hari sebagai pegangan kehidupan di lingkungan di ambalan/ racana tersebut.
Sandi Ambalan yaitu karangan atau ungkapan bebas berisi kode kehormatan dan gambaran pernyataan kata hati para pramuka penegak atau pandega di ambalan/ racana.
Cipta, rasa, karsa dan cita-cita terasa bermakna bagi para anggotanya, maka dengan adanya sandi ambalan/ racana dapat menunjukan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari – hari bagi ambalan/ racana tersebut.
Menciptakan sandi :
1. Sandi ambalan/ racana diciptakan oleh penegak/ pandega dan diterima oleh seluruh anggotanya.
2. Penetapan sandi ambalan/ racana dilakukan dalam musyawarah ambalan/ racana.
3. Sandi ambalan/ racana yang telah ditetapkan menjadi milik ambalan/ racana dan ditentukan masa berlakunya.
4. Sandi ambalan/ racana dibaca di depan anggota pada saat diperlukan, antara lain dalam rangkaian upacara pembukaan dan penutupan latihan. Demikian pula sesuai adat istiadat yang telah ditetapkan.
Tulisan Sandi ambalan dapat ditulis dalam selembar kertas saja atau kain yang digulung, dan lainnya sesuai kreatifitas ambalan/ racana tersebut.
Berikut contoh Sandi Ambalan/ Racana :
SANDI AMBALAN/ RACANA
KEHORMATAN ITU SUCI
JAGA DIRI KARENA HARGA DIRI
BERBUDI LUHUR MENOLONG SESAMA
TAK KURANG AMAL KARENA KESUKARAN
SABDA PANDITA RATU
SATU KATA DALAM KEBENARAN
BERKETAPAN HATI SETIAP LANGKAH
PANTANG MENJILAT DAN MENYERAH
WIRA ADHI TARUNA
KSATRIA YANG SOPAN DAN PERWIRA
TAK KENAL STRATA DAN KASTA
MEMAPAH BAGI DUKA TANPA PAMRIH
BERSIAP UNTUK HIDUP DAN MATI DENGAN BAHAGIA
ITULAH KEHENDAK
DAN CITA CITA AMBALAN/ RACANA KITA
SEMOGA TUHAN MERACHMATINYA.
Dengan demikian sandi ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan pedoman kehidupan sehari-hari sebagai pegangan kehidupan di lingkungan di ambalan/ racana tersebut.
nILAI
A.PENGERTIAN NILAI
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
B.CIRI-CIRI NILAI
Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah Sebagai berikut.
a. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai,tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu.
b. Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
c. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya.Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwa
C.MACAM-MACAM NILAI
Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam tiga macam, yaitu
a. Nilai logika adalah nilai benar salah.
b. Nilai estetika adalah nilai indah tidak indah.
c. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk.
Berdasarkan klasifikasi di atas, kita dapat memberikan contoh dalam kehidupan. Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan, ia benar secara logika. Apabila ia keliru dalam menjawab, kita katakan salah. Kita tidak bisa mengatakan siswa itu buruk karena jawabanya salah. Buruk adalah nilai moral sehingga bukan pada tempatnya kita mengatakan demikian. Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Kita tidak bisa memaksakan bahwa luikisan itu indah.
Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia.moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan
manusia. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari.
Notonegoro dalam Kaelan (2000) menyebutkan adanya 3 macam nilai. Ketiga nilai
itu adalah sebagai berikut :
a. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia.
b. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.
c. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian meliputi
1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
2) Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan(emotion) manusia.
3) Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa,Will) manusia.
Nilai religius yang merupakan nilai keohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.
D.NILAI MENURUT PARA AHLI
* “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence .” (Rokeach, 1973 hal. 5)
Nilai adalah keyakinan abadi bahwa modus spesifik perilaku atau keadaan akhir eksistensi secara pribadi atau sosial lebih ke cara yang berlawanan atau sebaliknya perilaku atau keadaan akhir eksistensi
* “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states.”
(Feather, 1994 hal. 184).
Nilai adalah keyakinan umum tentang cara-cara yang diinginkan atau undesireable berperilaku dan sekitar diinginkan atau tujuan akhir undesireable atau negara.
* “Value as desireable transsituatioanal goal, varying in importance, that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity.” (Schwartz, 1994 hal. 21).
Nilai tujuan sebagai transsituatioanal diinginkan, bervariasi penting, yang menjadi prinsip dalam kehidupan seseorang atau badan sosial lainnya
Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah
(1) suatu keyakinan,
(2) berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu,
(3) melampaui situasi spesifik,
(4) mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku, individu, dan kejadian-kejadian, serta
(5) tersusun berdasarkan derajat kepentingannya.
Para Ahli Lainnya:
1. Menurut Driyarkara (1966,38)
Nilai adalah hakekat suatu hal, yang menyebabkan hal itu
Pantas dikejar oleh manusia.
2. Menurut Fraenkel (1977:6)
Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang
apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh
sesorang, biasanya mengacu kepada estetika (keindahan), etika
pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. (Value
is any idea, a concept ,about what some one think is
important in life).
3. Menurut Kuntjaraningrat (1992:26)
Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi
Yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga
masyarakat,mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai
dalam hidup.
4. Menurut Endang Sumantri
Sesuatu yang berharga, yang penting dan berguna serta
menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi
pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya.
5. Menurut Kosasih Jahiri
Tuntunan mengenai apa yang baik, benar dan adil.
6. M.I. Soelaeman
Agama diarahkan pada perintah dan larangan, dorongan dan
cegahan, pujian dan kecaman, harapan dan penyesalan, ukuran
baik buruk, benar salah, patuh tidak patuh, adil tidak adil.
7. Menurut Darji
Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan
rohani.
8. Encylopedi Brittanca 963
Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis
apresiasi atau minat.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut,terlihat kesamaan
pemahaman tentang nilai,yaitu :
1. Suatu keyakinan,
2. Berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya.
E.Fungsi Nilai
1. Memberikan seperangkat alat untuk menetapkan harga social dari suatu kelompok.
2. Mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertingkahlaku.
3. Merupakan penentu akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan sosialnya.
4. Sebagai alat solidaritas bagi kelompok.
5. Sebagai alat control perilaku manusia.
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
B.CIRI-CIRI NILAI
Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah Sebagai berikut.
a. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai,tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu.
b. Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
c. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya.Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwa
C.MACAM-MACAM NILAI
Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam tiga macam, yaitu
a. Nilai logika adalah nilai benar salah.
b. Nilai estetika adalah nilai indah tidak indah.
c. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk.
Berdasarkan klasifikasi di atas, kita dapat memberikan contoh dalam kehidupan. Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan, ia benar secara logika. Apabila ia keliru dalam menjawab, kita katakan salah. Kita tidak bisa mengatakan siswa itu buruk karena jawabanya salah. Buruk adalah nilai moral sehingga bukan pada tempatnya kita mengatakan demikian. Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Kita tidak bisa memaksakan bahwa luikisan itu indah.
Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia.moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan
manusia. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari.
Notonegoro dalam Kaelan (2000) menyebutkan adanya 3 macam nilai. Ketiga nilai
itu adalah sebagai berikut :
a. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia.
b. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.
c. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian meliputi
1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
2) Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan(emotion) manusia.
3) Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa,Will) manusia.
Nilai religius yang merupakan nilai keohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.
D.NILAI MENURUT PARA AHLI
* “Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence .” (Rokeach, 1973 hal. 5)
Nilai adalah keyakinan abadi bahwa modus spesifik perilaku atau keadaan akhir eksistensi secara pribadi atau sosial lebih ke cara yang berlawanan atau sebaliknya perilaku atau keadaan akhir eksistensi
* “Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states.”
(Feather, 1994 hal. 184).
Nilai adalah keyakinan umum tentang cara-cara yang diinginkan atau undesireable berperilaku dan sekitar diinginkan atau tujuan akhir undesireable atau negara.
* “Value as desireable transsituatioanal goal, varying in importance, that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity.” (Schwartz, 1994 hal. 21).
Nilai tujuan sebagai transsituatioanal diinginkan, bervariasi penting, yang menjadi prinsip dalam kehidupan seseorang atau badan sosial lainnya
Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah
(1) suatu keyakinan,
(2) berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu,
(3) melampaui situasi spesifik,
(4) mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku, individu, dan kejadian-kejadian, serta
(5) tersusun berdasarkan derajat kepentingannya.
Para Ahli Lainnya:
1. Menurut Driyarkara (1966,38)
Nilai adalah hakekat suatu hal, yang menyebabkan hal itu
Pantas dikejar oleh manusia.
2. Menurut Fraenkel (1977:6)
Nilai adalah idea atau konsep yang bersifat abstrak tentang
apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh
sesorang, biasanya mengacu kepada estetika (keindahan), etika
pola prilaku dan logika benar salah atau keadilan justice. (Value
is any idea, a concept ,about what some one think is
important in life).
3. Menurut Kuntjaraningrat (1992:26)
Menyebutkan sisten nilai budaya terdiri dari konsepi-konsepi
Yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar keluarga
masyarakat,mengenai hal-hal yang harus mereka anggap bernilai
dalam hidup.
4. Menurut Endang Sumantri
Sesuatu yang berharga, yang penting dan berguna serta
menyenangkan dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi
pengetahuan dan sikap yang ada pada diri atau hati nuraninya.
5. Menurut Kosasih Jahiri
Tuntunan mengenai apa yang baik, benar dan adil.
6. M.I. Soelaeman
Agama diarahkan pada perintah dan larangan, dorongan dan
cegahan, pujian dan kecaman, harapan dan penyesalan, ukuran
baik buruk, benar salah, patuh tidak patuh, adil tidak adil.
7. Menurut Darji
Nilai ialah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan
rohani.
8. Encylopedi Brittanca 963
Nilai kualitas dari sesuatu objek yang menyangkut jenis
apresiasi atau minat.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut,terlihat kesamaan
pemahaman tentang nilai,yaitu :
1. Suatu keyakinan,
2. Berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya.
E.Fungsi Nilai
1. Memberikan seperangkat alat untuk menetapkan harga social dari suatu kelompok.
2. Mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertingkahlaku.
3. Merupakan penentu akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan sosialnya.
4. Sebagai alat solidaritas bagi kelompok.
5. Sebagai alat control perilaku manusia.
MORAL
A.Pengertian Moral
• Moral merupakan norma tata kelakuan.Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku, tetapi diterima juga sebagai norma pengatur, kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan.Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
• Sedangkan menurut KBBI :kondisi mental yg membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, atau isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan
B.Asal Mula Kata “MORAL”
• Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ => mos
• Sedangkan bentuk jamaknya => mores
• Yang masing-masing mempunyai arti yang sama => kebiasaan, adat.
C.Sumber Moral
Moral terbentuk dari 2 sumber,yaitu:
1.Faktor Genetik
sebut saja bawaan,yang diciptakan Tuhan kepada
kebanyakan orang,yang diturunkan kepada
anaknya.
2.Faktor Eksternal
Bagaimana seseorang membuat keputusan moral
akan tergantung sangat pada apa yang mereka
pelajari untuk dinilai,dari lingkungan keluarga
maupun masyarakat.
D.Pengembangan Moral
Seperti hal nya ilmu pengetahuan,moral juga mampu untuk
dikembangkan.Menurut Campbell dan Bond(1987) ada
beberapa faktor utama yang berpengaruh dalam pengembangan moral dan perilaku,yaitu:
1.Heredity(Keturunan)
Hereditas atau keturunan memiliki peran dalam pengembangan moral.Bila anak yang terlahir dari orang tua yang kurang bermoral,walaupun tidak semua tetapi
biasanya sifatnya cenderung menurun kepada si anak.
2.Pengalaman
Pengalaman juga mempengaruhi pengembangan moral dan perilaku.Terutama pengalam di awal masa kanak-kanak.Seseorang ketika ia masih kecil pernah melakukan kesalahan,seperti mencuri permen disebuah toserba,
kemudian ia tertangkap oleh penjaga toserba tersebut.
Disana ia diberi pelajaran yang mungkin tidak menyakitkan namun memalukan bisa membersihkan toserba tersebut,dll.Dari itu ia mampu mengambil pelajaran dan
mengembangkan moral nya,sehingga setelah dewasa ia mampu menilai bahwa mencuri itu bukan suatu perbuatan yang baik.
3.Perilaku Orang Dewasa
Perilaku orang dewasa termasuk faktor penting dalam pengembangan moral.Anak-anak sering dan sangat suka
mencontoh tingkah laku orang dewasa.Ketika suatu perbuatan itu buruk dan dilarang maka mereka akan mengatakan ayahnya,pamannya,atau kakeknya juga
melakukan hal yang sama.Contoh:Merokok,anak-anak suka
menirukan orang dewasa yang suka merokok,dengan menggulung-gulungkan kertas kemudian menggunakan kertas tersebut seperti hal nya rokok.
4.Pengaruh Teman Sebaya
Pengaruh teman sebaya adalah faktor yang paling penting
dan sangat berpengaruh terhadap pengembangan moral dan
perilaku.Seorang anak biasanya lebih suka berteman dan
bermain dengan anak-anak seusianya,karena tidak ada rasa
canggung pada diri mereka untuk berinteraksi.Mereka juga
akan lebih mudah mengikuti kebiasaan teman-teman mereka
tersebut karena sebagian besar waktu mereka pasti bersama teman,apalagi ditambah dalm lingkungan sekolah.Maka dari itu teman-teman mereka sangat berpengaruh terhadap moral dan perilakunya.
5.Media Massa
Media massa merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan moral dan perilaku,terlebih lagi di era globalisai sekarang ini yang telah menghapus barierkomunikasi,sehingga segala inforamsi dapat
dijangkau dengan mudah.Namun bila hal ini tidak di arahkan ke hal-hal yang positif maka akan berdampak sangat berbahaya bagi generasi penerus.Contoh:media
yang menyajikan unsur-unsur Pornografi,bayangkan bila anak-anak di bawah umur mampu menjangkau layanan ini.
• Moral merupakan norma tata kelakuan.Jika kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku, tetapi diterima juga sebagai norma pengatur, kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan.Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
• Sedangkan menurut KBBI :kondisi mental yg membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, atau isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan
B.Asal Mula Kata “MORAL”
• Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ => mos
• Sedangkan bentuk jamaknya => mores
• Yang masing-masing mempunyai arti yang sama => kebiasaan, adat.
C.Sumber Moral
Moral terbentuk dari 2 sumber,yaitu:
1.Faktor Genetik
sebut saja bawaan,yang diciptakan Tuhan kepada
kebanyakan orang,yang diturunkan kepada
anaknya.
2.Faktor Eksternal
Bagaimana seseorang membuat keputusan moral
akan tergantung sangat pada apa yang mereka
pelajari untuk dinilai,dari lingkungan keluarga
maupun masyarakat.
D.Pengembangan Moral
Seperti hal nya ilmu pengetahuan,moral juga mampu untuk
dikembangkan.Menurut Campbell dan Bond(1987) ada
beberapa faktor utama yang berpengaruh dalam pengembangan moral dan perilaku,yaitu:
1.Heredity(Keturunan)
Hereditas atau keturunan memiliki peran dalam pengembangan moral.Bila anak yang terlahir dari orang tua yang kurang bermoral,walaupun tidak semua tetapi
biasanya sifatnya cenderung menurun kepada si anak.
2.Pengalaman
Pengalaman juga mempengaruhi pengembangan moral dan perilaku.Terutama pengalam di awal masa kanak-kanak.Seseorang ketika ia masih kecil pernah melakukan kesalahan,seperti mencuri permen disebuah toserba,
kemudian ia tertangkap oleh penjaga toserba tersebut.
Disana ia diberi pelajaran yang mungkin tidak menyakitkan namun memalukan bisa membersihkan toserba tersebut,dll.Dari itu ia mampu mengambil pelajaran dan
mengembangkan moral nya,sehingga setelah dewasa ia mampu menilai bahwa mencuri itu bukan suatu perbuatan yang baik.
3.Perilaku Orang Dewasa
Perilaku orang dewasa termasuk faktor penting dalam pengembangan moral.Anak-anak sering dan sangat suka
mencontoh tingkah laku orang dewasa.Ketika suatu perbuatan itu buruk dan dilarang maka mereka akan mengatakan ayahnya,pamannya,atau kakeknya juga
melakukan hal yang sama.Contoh:Merokok,anak-anak suka
menirukan orang dewasa yang suka merokok,dengan menggulung-gulungkan kertas kemudian menggunakan kertas tersebut seperti hal nya rokok.
4.Pengaruh Teman Sebaya
Pengaruh teman sebaya adalah faktor yang paling penting
dan sangat berpengaruh terhadap pengembangan moral dan
perilaku.Seorang anak biasanya lebih suka berteman dan
bermain dengan anak-anak seusianya,karena tidak ada rasa
canggung pada diri mereka untuk berinteraksi.Mereka juga
akan lebih mudah mengikuti kebiasaan teman-teman mereka
tersebut karena sebagian besar waktu mereka pasti bersama teman,apalagi ditambah dalm lingkungan sekolah.Maka dari itu teman-teman mereka sangat berpengaruh terhadap moral dan perilakunya.
5.Media Massa
Media massa merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan moral dan perilaku,terlebih lagi di era globalisai sekarang ini yang telah menghapus barierkomunikasi,sehingga segala inforamsi dapat
dijangkau dengan mudah.Namun bila hal ini tidak di arahkan ke hal-hal yang positif maka akan berdampak sangat berbahaya bagi generasi penerus.Contoh:media
yang menyajikan unsur-unsur Pornografi,bayangkan bila anak-anak di bawah umur mampu menjangkau layanan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


